Perkembangan emosi pada anak
PERKBANGAN EMOSI
1.Pengertian Perkembangan Emosi
Emosi adalah letupan perasaan yang muncul dari dalam diri seseorang, baik bersifat positif ataupun negatif. Sedangkan dalam pengertian yang sederhana menjelaskan bahwa emosi adalah kondisi kejiwaan manusia. Perkembangan emosi dalam artian yang sederhana adalah luapan perasaan ketika anak berinteraksi dengan orang lain.
Menurut Umar Fachrudin menjelaskan bahwa perkembangan emosi adalah proses yang berjalan secara perlahan dan anak dapat mengontrol dirinya ketika menemukan atau merasa nyaman dengan sesuatu tersebut. Atau dengan kata lain anak belajar emosinya secara bertahap.
Berikut ini adalah beberapa pola emosi yang dijelaskan hurlock yang secara umum terdapat pada diri anak, yaitu:
1. Rasa takut berpusat pada bahaya yang bersifat fantastis, Adi kodrati, dan samar-samar. Mereka takut pada gelap, pada kematian atau luka, pada kilat Guntur, serta pada karakter yang menyeramkan yang terdapat pada dongeng, televisi, tokomi.
2. Rasa marah pada umumnya, marahan disebabkan oleh berbagai rintangan, soalnya rintangan terhadap gerak yang diinginkan anak baik rintangan itu berasal dari orang lain atau berasal dari ketidakmampuan sendiri, rintangan terhadap aktivitas yang sudah berjalan dan sejumlah kejengkelan yang menumpuk.
3. Rasa cemburu adalah reaksi normal terhadap kehilangan kasih sayang yang nyata, bayangkan, atau ancaman kehilangan kasih sayang.
4. Duka cita atau kesedihan bagi anak-anak, duka cita bukan merupakan keadaan yang umum. Ini dikarenakan tiga alasan. Pertama, pada orang tua,-guru, dan orang dewasa lainnya berusaha mengamankan anak tersebut dari berbagai duka cita yang menyakiti mereka karena hal itu dapat merusak kebahagiaan masa kanak-kanak dan dapat menjadi dasar bagi masa dewasa yang tidak bahagia nanti.kedua, anak-anak terutama apabila mereka masih kecil, mempunyai ingatan yang tidak bertahan terlalu lama, sehingga mereka dapat dibantu melupakan duka cita tersebut, bila iya dialihkan kepada sesuatu yang menyenangkan.ketiga, tersedianya pengganti untuk sesuatu yang telah hilang, mungkin berupa mainan yang disukai, ayah atau Ibu yang dicintai, sehingga dapat memalingkan mereka dari kesedihan kepada kebahagiaan.
5. Keinginan anak-anak menunjukkan ingin tahuan melalui berbagai perilaku, misalnya dengan bereaksi secara positif terhadap unsur-unsur yang baru, aneh, tidak layak atau misterius dalam lingkungannya dengan bergerak ke arah benda tersebut, memperlihatkan kebutuhan atau keinginan untuk lebih banyak mengetahui tentang dirinya sendiri atau lingkungannya untuk mencari pengalaman baru dan memeriksa rangsangan dengan maksud untuk lebih banyak mengetahui lubuk unsur-unsur tersebut.
6. Gembiraan kegembiraan adalah emosi yang menyenangkan yang dikenal juga dengan kesenangan atau kebahagiaan. Berarti bentuk emosi-emosi sebelumnya. Kegembiraan pada setiap anak berbeda-beda, baik mencakup intensitasnya maupun cara mengekspresikannya.
7. Kasih sayang adalah reaksi emosional terhadap seseorang atau binatang atau benda. Hal ini menunjukkan perhatian yang hangat dan memungkinkan terwujud dalam bentuk fisik atau kata-kata verbal.
UNDUR - UNSUR KECERDASAN EMOSI
Ada 7 unsur kecerdasan emosi yang harus dikenal sebagai pijakan dasar sebelum anak bersosialisasi yaitu:
1. Keyakinan memiliki kecerdasan emosional, berarti memiliki kepercayaan pada diri sendiri dan selalu berpikir positif dalam mengerjakan sesuatu. Anak merasa bahwa ia akan berhasil menyelesaikan hal-hal yang sedang ia kerjakan.
2. Rasa ingin tahu anak yang cerdas emosinya, suka mencari tahu tentang hal-hal yang baru dan pengertian-pengertian baru. Reaksi rasa ingin tahu ini biasanya diekspresikan dengan membuka mulut, menengadahkan kepala, mengerutkan dahi.
3. Niat memiliki kemampuan tinggi untuk dapat berhasil. Anak selalu berusaha melaksanakan tugasnya dengan tekun dan memiliki keteguhan untuk mencapai keinginannya.
4. Kendali diri kecerdasan emosi selalu didukung oleh kemampuan untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
5. Keterkaitan mampu memahami anak lain atau orang dewasa. Apabila seorang anak dapat memahami emosi yang dirasakan oleh orang lain, akan timbul keterkaitan di antara keduanya.
6. Percakapan berkomunikasi dalam hal ini, kemampuan untuk berbicara akan membantunya berkomunikasi dengan orang lain melalui tukar pikiran atau pendapat dan mengutarakan keinginan.
7.kerjasama anak yang kecerdasan emosinya tinggi akan mampu melakukan sesuatu bersama-sama dengan anak lain. Dapat dikatakan bahwa anak yang siap belajar mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan sendiri dengan kebutuhan anak-anak lain dalam kegiatan berkelompok.
PENGEMBANGAN EMOSI ANAK DENGAN METODE CERITA
Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan oleh orang tua ataupun guru untuk menumbuhkan dan mengembangkan emosi anak. Dalam hal ini, kita akan menjelaskan tentang suatu metode khas versi Islam yang dapat melejit perkembangan emosi anak.
Tentang cerita atau kisah mampu menghanyutkan emosi anak, sehingga mereka seolah-olah merasa hidup dan terlihat langsung dalam kisah tersebut. Walaupun demikian, tidak semua kisah atau cerita mampu menjadi stimulus imajinasi positif anak. Menurut Nur wajah, seperti yang dikutip Suyadi menjelaskan bahwa, hanya kisah atau cerita yang mengandung unsur-unsur edukatif lah yang dapat meningkatkan imajinasi dan daya ingat anak.

Komentar
Posting Komentar